Pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk kembali di mimbar ini bulan Agustus yang akan datang untuk menyampaikan laporan kemajuan-kemajuan yang telah berhasil menjelang kemerdekaan negara kita yang ke-81 tahun
Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto memastikan dirinya akan kembali hadir di mimbar DPR RI pada 16 Agustus mendatang untuk menyampaikan laporan perkembangan dan capaian pemerintah menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI.
"Pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk kembali di mimbar ini bulan Agustus yang akan datang untuk menyampaikan laporan kemajuan-kemajuan yang telah berhasil menjelang kemerdekaan negara kita yang ke-81 tahun," kata Prabowo saat pidato di Sidang Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu.
Agenda tersebut nantinya bertepatan dengan pidato kenegaraan serta penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan APBN yang rutin digelar setiap 16 Agustus.
Dalam laporan itu, pemerintah bakal menyoroti perkembangan ekonomi kerakyatan lewat program koperasi nasional yang saat ini terus diperluas.
Prabowo menyebut hingga sekarang sudah ada 1.061 unit Koperasi Merah Putih yang beroperasi di berbagai daerah sebagai langkah awal memperkuat sistem logistik berbasis rakyat.
Pemerintah pun menargetkan jumlah koperasi tersebut melonjak menjadi minimal 20 ribu unit pada Agustus mendatang dan bisa menembus lebih dari 60 ribu unit hingga akhir tahun.
Menurut Prabowo, jaringan koperasi itu nantinya akan menjadi rantai pasok pertama di Indonesia yang dikendalikan langsung pemerintah untuk menjaga stabilitas logistik sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga optimistis perputaran uang bernilai ratusan triliun rupiah yang selama ini banyak mengalir ke luar negeri bisa kembali berputar di dalam negeri lewat sistem koperasi dari tingkat desa hingga kabupaten.
Selain koperasi, pemerintah juga bakal melaporkan perkembangan program ketahanan energi nasional untuk menghadapi potensi krisis energi global.
Saat ini, pemerintah sedang mempercepat produksi biosolar berbahan baku minyak kelapa sawit mentah atau CPO. Di saat bersamaan, kajian pengolahan sawit menjadi bensin juga terus dimatangkan.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan pengolahan batu bara menjadi solar dan gas, hingga memanfaatkan limbah pertanian seperti batang jagung sebagai sumber energi murah untuk kebutuhan memasak masyarakat.
Di sektor kelistrikan, pemerintah menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt dalam tiga tahun ke depan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026